Latest Updates

Bunga Cinta : Bunga dari Kondom Karya Halal Para PSK

Bunga Cinta : Bunga dari Kondom Karya Halal Para PSK
BLITAR – Proses alih profesi pekerja sex komersial (PSK) penghuni di lokalisasi Poluhan, Desa Kendalrejo, Kecamatan Srengat, Kab Blitar, membuahkan karya unik. Guna mempersiapkan diri mencari pendapatan yg halal, mereka menciptakan aneka bunga dgn bahan baku dari kondom. 

 Latihan ketrampilan itu diberikan oleh pendampingan para penghuni lokalisasi, ujar Vincent Wiwik.
”Bunga dari kondom itu kami namakan ‘Bunga Cinta’. Tiap-tiap batangnya dipasarkan seharga 2.000,” Rupiah jelas Wiwik ditemui disela-sela ada razia oleh Satpol PP Kab Blitar, Selasa (5/4/2015)
Ketrampilan menciptakan bunga itu diperlukan supaya para penghuni lokalisasi beralih profesi. Sejak diberlakukannya Peraturan Daerah No. 15 Thn 2008 menyangkut Penanganan & Pelarangan WTS-PTS di Kab Blitar, sangat jarang sekali ada ‘pelanggan’, sementara mereka masih membutuhkan duit utk tetap makan. Menurut Wiwik, ‘Bunga Cinta’ telah ada yg membeli maka sedikit banyak ada penghasilan bagi mereka.
“Sudah ada investor dari Surabaya yg bakal membelinya dgn harga  2.000
Rupiah per tangkai. diluar itu, bunga ini dapat kami jual ke pasar. Kami percaya bersama keunikan bunga juga misi sosial yg kami emban tidak sedikit warga yg akan tersentuh utk membelinya,” harap Wiwik.
Terkait soal penanganan para penghuni lokalisasi, Wiwik mempertanyakan keseriusan pemerintah daerah. Pasalnya Wiwik mengetahui biaya buat pelatihan para PSK sangat besar, tapi pelaksanaannya terkesan asal-asalan & tak terprogram.
“Pada kenyataannya praktik pelatihan sewaktu sosialisasi cuma dilakukan tiga kali & tak berkelanjutan,” ungkap Wiwik, “Ini mestinya menjadi tanggung jawab bersama-sama. Mereka tak mesti jadi WTS, tetapi memiliki profesi yg sanggup di terima warga,” imbuh Wiwik.
Di Kab Blitar, ada tiga lokalisasi yg beroperasi, yakni Lokalisasi Ngreco Kecamatan Selorejo, lokalisasi Tanggul Pasir Harjo Kecamatan Talun, & di Poluhan Kecamatan Srengat.
Jumlah penghuni di tiga area itu kira kira 180 orang. Nyaris 80 % dari penghuni itu berasal dari luar kota. Semua lokalisasi itu pun telah dikasih papan pengumuman penutupan, namun sekarang ini telah dibuang oleh para penghuni. Sampai sekarang, kegiatan di lokasi itu tetap ada, meski telah ditutup. (tribunnews.com)